Pemberontakan PKI II

 jakarta 23 april 2022

tulisan ke 4


Pada awal proklamasi kemerdekaan yang dibacakan oleh Ir. Soekarno, salah satu penggerak PKI yang berada di Tegal menyatakan sikap bahwa kemerdekaan itu tidak di akuinya. Dengan cepat dia melakukan gerakan untuk membangkitkan komunis.

Penggerak PKI tersebut bernama Sakhyani, sang buruk rupa yang berwajah penuh dengan bintik-bintik kecil yang menjijikan, dikalangan masyarakat dan keluarganya sakhyani di juluki dengan nama Kutil. Karena dengan wajahnya yang buruk rupa begitu sakhyani membenci tuhan dan bahkan menggugat tuhan karena menurutnya tuhan tidak adil terhadap dirinya sisi lain sakhyani menganggap agama dan tuhan itu seperti baju kotor yang bisa ku buang kapan saja ketika sesak dengan daki dan keringatnya.

Sakhyani sebenarnya adalah anak dari seorang yang yang memiliki ilmu tinggi tentang agama, hampir setia waktu ayahnya mengajarkan sakhyani belajar tentang sholat dan bahkan diajarkan mengaji, ayahnyapun terkenal keras dalam mengajarkan ilmu-ilmu tersebut kepadanya, akan tetapi sakhyani menganggap bahwa belajar ilmu agama dari ayahnya itu hanya penggugur kewajiban supaya ayahnya tidak marah kepadanya, sakhyani dalam kondisi apapun tetap membenci tuhan.

Kutil memilih untuk tumbuh menjadi anak yang liar dan menghabiskan waktunya di pelabuhan. Di kesempatan lain orang tuanya memasukkan kutil di sekolah rakyat di daerah Ekoproyo yang didirikan oleh kompeni belanda, namun bukannya sekolah dengan rajin kutil malah membuat ulah dan tak jarang pula dia berantem di sekolahnya. Pada saat jam sekolahpun kutil jarang ikut karena menurutnya belajar di pelabuhan itu lebih enak karena bisa menghirup udara yang penuh dengan angin yang sepoi-sepoi dan berbau amis ikan.

Dalam dunia pelabuhan inilah kutil belajar tentang segala hal yang bersifat kemaksiatan dan kejahatan mulai dari berjudi, minum-minuman keras, madat, modat (bermain wanita) serta berkenalan dengan rampok dan bandit. perbuatan ini baginya adalah awal jalanya untuk menuntaskan dendam kepada sang pencipta kehidupan (tuhan).

Dari pelabuhan inilah awal kutil mengenal PKI dan belajar tentang PKI, baginya PKI adalah salah satu partai yang memiliki ideology yang mampu menjadi tempat untuk menampung keresahannya selama ini atas ketidak adilan tuhan dan dunia. Para anggota komunis mendidik kutil dengan baik sehingga kutil bisa menemukan cita-citanya untuk mengubah situasi, dari pribadi yang biasa saja menjadi berani untuk berontak melawan konsep ketuhanan.

Setelah belajar banyak di PKI akhirnya Kutil aktif menjadi aktifis PKI dan mampu mendirikan Sarekat Rakyat di Tegal. Dengan kekuatan dan kemampuan yang dia miliki, kutil melakukan pemberontakan merusak bangunan pemerintah belanda serta membunuh semua orang yang menentangnya dalam mendirikan negara komunis di tegal bukan hanya itu saja semua orang yang pernah mengolok dan menyejeknya sebagai buruk rupa diapun menyembelihnya tanpa ampun.

Pada pemberontakan yang dipimpin olehnya mengalami kegagalan dan sebagian dari anggotanya di tangkap oleh belanda dan mereka langsung di penjarakan oleh belanda di Digul, akan tetapi Kutil dan dua temannya Slamet dan Washari yang aktif di Sarekat Rakyat berhasil membunuh penjaga penjara tersebut sehingga mereka lolos dan melarikan diri ke kampong halamannya di Tegal.

Dalam perjalan pulang ke Tegal mereka bertiga di landa kelaparan yang sangat luar biasa karena tidak ada bekal yang mereka bawa, dalam perjalan tersebut kutil dengan sadis menyembelih temannya sendiri untuk di makan baginya segala macam cara dihalalkan dalam memperjuangkan tegaknya komunisme sebagaiman yang pernah di lakukan oleh lenin.


Komentar

  1. Keren abg, baru tau adek bahwa syakyani ini yg mula berontak

    BalasHapus
  2. Paham sekali sejarahnya pak syajrilll..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya masih belajar bu, ya sambil nulis di blok hasil belajarnya, agar tidak hilang..

      Hapus
  3. Pembelajaran yang menarik
    Untuk memberikan wawasan pergaulan, memilih teman dan lingkungan yang baik. Orang tuanya sudah luar biasa mendidik anaknya, tetapi itulah yang terjadi
    Semoga tidak ada lagi generasi kutil

    Good job Pak...👍

    BalasHapus
  4. Deskripsinya menyekat sekali, hadir jelas dlm imajinasi...keren bahasanya...

    BalasHapus
  5. Mantap Abangda, dan terimakasih telah menambah referensi sejarah buat Adinda

    BalasHapus
  6. Sepertinya kisah ini tidak diajarkan di sekolah, jadi anak anak belum tahu kekejaman PKI itu bagaimana.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswa agen control & Change