Pemberontakan PKI I

 jakarta 22 april 2022

tulisan ke 3




Pada Tahun 1925 PKI dibawah arahan Alimin melakukan pertemuan untuk membahas tentang pemberontakan serentak yang akan dilakukan di seluruh wilayah nusantara. Selama setahun pemberontakan itu dilakukan, mulai dari pemogokan buruh, petani dan nelayan tanpa putus di berbagai wilayah, seperti Surabaya, medan, Jakarta dan berbagai tempat lainnya.

Pada Bulan Mei 1925 tercatat 65 kali dilakukan pemogokan dan melibatkan sekitar tiga ribu lebih dari anggota komunis. Di sisilain inturuksi alimin tentang pemberontakan terhadap belanda membuat darah para aktivis komunis semakin mendidih. Mereka ingin menumpahkan darah para penjajah (belanda) sampai membasahi tubuh dan seragam yang mereka kenakan.

Alimin dan para pemimpin-pemimpin PKI lainnya mengadakan pertemuan kembali pada bulan Desember 1925 di Prambanan. Pertemuan ini di hadiri oleh Budi Sucipto, Aliarchan, Surat Harjo, Martojo, Jatim, Sukirno, Suwarno, Kusno dan lain-lain dalam pertemuan ini di pimpin langsung oleh Alimin.

Setelah menganalisis situasi terakhir para pimpinan PKI memutuskan untuk melakukan pemberontakan pada bulan juli 1926. Alimin, Muso dan kawan-kawannya melakukan tipu muslihat dengan menghasut para petani, buruh dan nelayan untuk melakukan pemberontakan terhadap belanda. Para petani, buruh dan nelayan di berikan persenjataan untuk menghabisi serdadu belanda yang ada di hadapan mereka.

Melihat pemberontakan yang terjadi belanda semakin geram terhadap perbuatan Muso, Budi Sucipto dan Sugono. Belanda memutuskan untuk menangkap mereka semuanya, akan tetapi belanda tidak dapat menangkapnya lantaran Muso, Budi Sucipto dan Sugono sudah melarikan diri kesingapura bersama Alimin, Subakat, Sanusi dan Winata untuk merunding lagi keputusan prambanan.

Sebenarnya keputusan pemberontakan itu tidak di sepakati oleh Tan Malaka dan stalin karena situasinya belum memungkinkan untuk dilakukan pemberontakan. Tan Malaka adalah satu-satunya tokoh Indonesia yang mewakili jaringan komunis internasional untuk wilayah Asia Tenggara. Pada saat ini Tan Malaka Berada Di Bangkok, di kantor pusat Komunis Internasional (komintern), sedangkan Stalin adalah pempimpin tertinggi di Rusia.

Dalam melakukan propaganda, para tokoh PKI selalu aktif mendatangi rumah-rumah penduduk dan disuruh untuk membeli karcis merah. Bagi yang sudah membeli karcis tersebut di beri tugas untuk melakukan hura hara pada tanggal 12 dan 13 November 1926.

Setahun mempersiapkan pemberontakan dan akhirnya pada tanggal 12-13 november 1926, pemberontakan itu pecah dan itu adalah pemberontakan pertama yang dilakukan oleh PKI. Awal pemberontakan dimulai di Jakarta, sejak sore hari tanggal 12 November menjelang tengah malam. Pemberontakan itu langsung menyerang polisi, merusak sambungan telepon dan menyerbu penjara glodok. Ratusan orang juga menyerang polisi di daerah meester cornelis (Jatinegara).

Dari Kampong Karet ada 200 orang orang menuju Jakarta kota dengan kepercayaan diri yang tinggi mereka terus berjalan menuju tujuan sedangkan masa yang lain muncul dari Mangga Dua dan  Tanah Abang. Masa yang dari Tanah Abang langsung berpapasan dengan dua polisi belanda dan dua polisi itupun dikeroyok serta di cincang tubuhnya sehingga darah mereka berceran di jalan. Anggota PKI selalu membawa senjata dan rata-rata senjata mereka adalah golok dan tombak.


Komentar

  1. Kereen pengetahuan sejarahnya. Yoo lanjut bikin buku sejarah Indonesia

    BalasHapus
  2. Salah satu sarana yang bisa dimanfaatkan guru untuk mengajar. Blog.

    BalasHapus
  3. Bagus pak lanjutkan menggali sumbernya, coba dibuat lebih runut

    BalasHapus
  4. Lebih bagus lagi kalau di info kan sumbernya.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemberontakan PKI II

Mahasiswa agen control & Change